Better Than This

It's Better than this,You could do so much

Dasar Komunikasi Data (Part 2)

3.Jenis Komunikasi Data
Dalam pemakaiannya komunikasi data dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
a.Komunikasi Data Offline.
b.Komunikasi Data Online.

1.Komunikasi Data Offline
Pengumpulan sejumlah data yang telah disiapkan diubah dalam bentuk yang dapat diterima sistem komputer dan dikumpulkan dalam suatu terminal ( pusat pengolahan data ) dan kemudian dikirimkan. Pada penerima, data yang diterima dari pusat pengolahan data diolah lagi kedalam bentuk lain sesuai dengan yang diinginkan.
Pada saat data dikumpulkan oleh sistem komputer bersamaan dengan itu terminal A mengubah data tersebut kedalam bentuk yang telah disepakati, lalu oleh modem dipancarkan ke modem lawannya kemudian disimpan didalam terminal B.

2.Komunikasi Data Online
Komunikasi data jenis ini lebih banyak waktu yang dapat dihemat karena data yang dikumpulkan dapat diterima langsung oleh sistem komputer lalu segera diolah. Dengan cara ini operator atau pemakai dapat mengirimkan data langsung dari komputer ke terminal yang dihubungkan ke saluran komunikasi.
Data yang telah terkumpul sudah merupakan data yang telah disepakati kemudian dipancarkan ke modem lawan dan menerima langsung oleh sistem komputer lawannya. Contohnya jaringan yang menggunakan komunikasi data online antara lain komputer ke komputer, komputer ke host, dan host ke host.

4.Proses Interfacing
Pada prinsipnya fungsi hubungan antar modem dengan komputer hanya terdiri dari trasmit data dan receive data. Untuk menghubungkan peralatan DTE dengan DCE digunakan ketentuan baku dengan standar RS 232 C.
Pada standar ini sinyal-sinyal pengontrolnya adalah sebagai berikut :
•DTR (Data Transmit Ready)
•DSR (Data Set Ready)
•RTS (Request To Send)
•DCD (Data Carrier Detect)
Sedang untuk proses interfacing dapat digambarkan sebagai berikut:



Seperti terlihat pada gambar diatas kedelapan pin tadi merupakan pin-pin yang digunakan dalam proses interfacing.

Fungsi dari pin-pin tersebut adalah :
a.Chasis Ground (CG), pin ini berfungsi membentuk potensial acuan untuk semua rangkaian.
b.Transmit Data (TD), sinyal ini dibangkitkan dari DTE untuk diberikan kepada DCE
c.Receive Data (RD), sinyal ini datang dari DCE ke DTE atau ke kanal penerima data dari DTE.
d.Request To Send (RTS), sinyal RTS ini dikirimkan DTE untuk diterima DCE sebagai tanda untuk mengadakan komunikasi data.
e.Clear To Send (CTS), sinyal CTS ini sebagai jawaban dari DCE setelah mendapat sinyal RTS dari DTE.
f.Data Set Ready (DSR), sinyal ini dikirimkan DCE setelah ia menerima sinyal DTR dari DTE.
g. Data Carrier Detect (DCD), sinyal ini menunjukan bahwa DCE telah dapat mendeteksi sinyal DCE yang dikirim pada DTE.
h.Data Terminal Ready (DTR), sinyal ini dikirimkan DTE ke DCE untuk menunjukan DTE telah siap mengirimkan data.

5.Proses Handshaking
Hand shaking adalah proses awal sebelum terjadi pertukaran informasi antara kedua peralatan. Kedua peralatan yang dimaksud adalah DTE dan DCE. Prosedur handshaking merupakan satu proses dimana DTE dan DCE saling memberikan sinyal-sinyal pada proses awal sampai kedua peralatan tersebut siap melakukan komunikasi data.
Penjelasan dari prosedur handshaking adalah sebagai berikut :
a.DTE akan menset DTR on (Pin 20) dan mengirimkan sinyal ke DCE. DCE akan menjawab bahwa dia siap untuk berhubungan dengan menset DSR on (Pin 6) dan mengirimkannya ke DTE.
b.DTE kemudian mengirim RTS on (Pin 4) ke DCE untuk memberitahukan bahwa ingin mengirimkan data. Pada saat bersamaan DCE di arah lawan akan mengirimkan sinyal DCD ke DTE arah lawan.
c.DCE akan menjawab ke DTE dengan mengirimkan sinyal CTS on (pin 5) untuk membertahukan bahwa DTE boleh memulai untuk mengirimkan data.
d.DCE selanjutnya memberitahukan DTE bahwa pembawa data terdeteksi dengan mengirimkan sinyal DCD on (Pin 8).

0 komentar:

Poskan Komentar

Dhiti