Better Than This

It's Better than this,You could do so much

Wajah Mulus Dengan Bahan Alami

Alam memberikan kemudahan untuk tampil cantik atau menawan. Beberapa bahan alami bisa digunakan untuk mengusir kekusaman kulit, vlek, dan jerawat membandel. Tak perlu merogoh kocek dalam karena tumbuhan herbal mudah didapat dengan harga terjangkau, bebrapa bahan alami yang mudah didapat berfungsi membuat wajah mulus dan bebas dari jerawat.
Bahan alami yang bisa digunakan antara lain daun sirih, mengkudu, jeruk nipis, temulawak, daun dewa, mahkota dewa, pucuk daun jambu batu, lidah buaya, dan kentang. Sedangkan untuk mengatasi vlek dan kekusaman pada wajah anda bisa mengandalkan jagung muda, bengkoang, dan biji pinang yang dibuat masker.

Apa saja kandungan bahan-bahan alami dari buah yang sudah disebutkan diatas ? Berikut penjelasan nya :

1. Daun Sirih
Mengandung kadar fenol yang tinggi, kadar fenol ini berfungsi sebagai antiseptic yang ampuh untuk membunuh bakteri Propionibacterium, penyebab jerawat.



2. Biji Pinang
Mengandung zat tannin yang bersifat karminatif. Ampuh untuk mengecilkan pori-pori kulit. Selain itu biji pinang juga mengandung senyawa arekolin yang sangat baik bagi kesehatan kulit karena mampu membentuk lapisan kolagen baru.



3. Mengkudu
Mengandung terpenes, senyawa yang berfungsi untuk meremajakan sel tubuh ini ampuh digunakan sebagai masker pemulus wajah dan mengatasi masalah jerawat, panu, kulit yang keriput dan kering, serta membuat otot-otot muka menjadi rileks.




4. Temulawak
Mengandung zat warna kuning (curcuminoid) yang terdiri dari senyawa curcumin dan monedesmatoksikurkumin yang dapat mengatasi masalah jerawat.




5. Jeruk Nipis & Tomat
Mengandung Vitamin C. Herbal ini dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat.



6. Makhota Dewa
Mengandung senyawa lignan, tannin, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berkhasiat untuk mengatasi jerawat.




7. Kentang
Mengandung Vitamin C yang dapat digunakan untuk mengatasi jerawat yang meradang.



Selengkapnya...

Di Persimpangan Jalan


Saat ini saya memang sudah berada di waktu transisi dari yahh bisa dibilang dari seorang cowo menjadi pria atau bisa dikatakan dari segi akademis kuliah yang semester nya bisa dihitung sebentar lagi menjadi seorang yang sudah harus menentukan kemana hidup ini harus dibawa (mencari pekerjaan.hhe)..

Saat saya sedang liburan semester di rumah iseng2 saya membuka lemari belajar saya yang sudah tidak dipakai lagi (karena saya kuliah di luar kota atw kost.hhe) saya menemukan puisi yang saya kutip dari sebuah buku semasa saya SMA tapi saya lupa buku nya apa tiba2 pikiran saya flashback ke masa hampir 4 tahun yang lalu.. Puisi ini mengingatkan saya tepatnya di waktu saya masih duduk di kelas 3 SMA yang saat itu masa-masa nya sudah menjelang UAN & perpisahan dengan teman-teman, guru-guru, kantin..
Saya teringat di masa itu memang suasana sangat kelabu (musim hujan maksud nya.hhe) jadi dari pagi hingga sore langit pun tak berhenti menitikkan air matanya, saya teringat saat itu memang suasana belajar mengajar sedikit longgar jadi kami hampir anak2 laki sekelas keluar mencari tempat untuk berkumpul favorit di SMA kami tempat tersebut adalah sebuah Pondok kecil yang bersebrangan dengan lapangan basket & futsal. Pondok tersebut beratapkan semacam serabut2 yang dibuat oleh sekolah kami untuk tempat belajar, saya masih ingat juga kami sempat mengusir anak2 laki junior kami untuk mendapatkan tempat itu.hha

Kami pun langsung berebut masuk untuk mendapat kan posisi duduk yang nyaman, suasana saat itu bisa dibilang dingin (musim hujan) hujan rintik2 yang berhari2 ditambah angin sejuk yang membuat perut lapar & ngantuk. Kami pun mulai membahas topik2 mulai dari cuaca yang enak, mencela2 guru dan orang, membicarakan hal2 yang vulgar, dan membicarakan mau kemana setelah kita lulus dari SMA ini ditambah dengan leleucon dan canda tawa dari teman2 membuat suasana semakin nikmat. Saya terhenti dari hiruk pikuk itu dan memulai memandang langit yang mendung hingga bangunan sekolah, lapangan tempat kami bermain, mata dan raut wajah teman2 sekelas yang senang yang saya pikirkan hanya tidak terasa pencapaian saya yang telah mencapai tingkat akhir dalam kegiatan sekolah ingin rasa nya tidak ingin berpisah dengan kehidupan di hari itu seragam putih, celana abu-abu, meja & bangku, kaca2 & dinding kelas, laboratorium, kantin, taman, pagar sekolah yaah mungkin masih banyak yang saya pikirkan dan kenang, berikut puisi yang membuat saya teringat di waktu..

Di persimpangan jalan
Kami berdiri
3 tahun yang lalu
Dalam situasi kelabu

Saat itu
Langit menitikkan hujan
Dengan titik-titik yang jatuh
Air mata itu
Air mata Ku yang jatuh
Air mata Mu yang jatuh

Ternyata nasib memisahkan kita
Hati kami sudah siap
Ke utara Kau pergi
Sedangkan diriKu ke selatan

Tiada kata yang terucap saat itu
Ikatan lain nya telah hilang
Ucapan beberapa kata Selamat Tinggal
Membuat hati Kami Terguncang

Di Persimpangan jalan ini, Kami berdiri
3 Tahun lalu
Dalam suasana kelabu..


Kenangan untuk : Teman X2, XI IPA2-IPS 3, XII IPS 3, Guru2 ku, Mantan2 ku, Yuppta IPS Community, Penjaga sekolah, Orang Kantin :D
Selengkapnya...

Dhiti