Better Than This

It's Better than this,You could do so much

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal dan Heksadesimal

Pada momen yang berbahagia ini, saya ingin coba menjabarkan tahap-tahap sederhana proses konversi bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal yang waktu itu masih di semester 1 saya sempat kesulitan memahaminya dan akhirnya saya pun bisa melewatinya.. Ok langsung saja yahhh..

Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9 berturut2. Setelah angka 9, maka angka berikutnya adalah 10, 11, 12 dan seterusnya. Bilangan desimal disebut juga bilangan berbasis 10. Contoh penulisan bilangan desimal : 1710. Ingat, desimal berbasis 10, maka angka 10-lah yang menjadi subscript pada penulisan bilangan desimal.

Bilangan biner adalah bilangan yang hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan biner juga disebut bilangan berbasis 2. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut bit, dimana 1 byte = 8 bit. Contoh penulisan : 1101112.

Bilangan oktal adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Contoh penulisan : 178.

Bilangan heksadesimal, atau bilangan heksa, atau bilangan basis 16, menggunakan 16 buah simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut dari A sampai F. Jadi, angka A sampai F merupakan simbol untuk 10 sampai 15. Contoh penulisan : C516.
Hmm.. Sepertinya prolognya sudah cukup. Lanjut ke proses kalkulasi…


Saya langsung saja ambil sebuah contoh bilangan desimal yang akan dikonversi ke biner. Setelah itu, akan saya lakukan konversi masing2 bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal.

Misalkan bilangan desimal yang ingin saya konversi adalah 2510.

Maka langkah yang dilakukan adalah membagi tahap demi tahap angka 2510 tersebut dengan 2, seperti berikut :

25 : 2 = 12,5

Jawaban di atas memang benar, tapi bukan tahapan yang kita inginkan. Tahapan yang tepat untuk melakukan proses konversi ini sebagai berikut :

25 : 2 = 12 sisa 1. —–> Sampai disini masih mengerti kan?

Langkah selanjutnya adalah membagi angka 12 tersebut dengan 2 lagi. Hasilnya sebagai berikut :

12 : 2 = 6 sisa 0. —–> Ingat, selalu tulis sisanya.

Proses tersebut dilanjutkan sampai angka yang hendak dibagi adalah 0, sebagai berikut :

25 : 2 = 12 sisa 1.

12 : 2 = 6 sisa 0.

6 : 2 = 3 sisa 0.

3 : 2 = 1 sisa 1.

1 : 2 = 0 sisa 1.

0 : 2 = 0 sisa 0…. (end)

Nah, setelah didapat perhitungan tadi, pertanyaan berikutnya adalah, hasil konversinya yang mana? Ya, hasil konversinya adalah urutan seluruh sisa-sisa perhitungan telah diperoleh, dimulai dari bawah ke atas.

Maka hasilnya adalah 0110012. Angka 0 di awal tidak perlu ditulis, sehingga hasilnya menjadi 110012. Sip?


Lanjut…..sekarang saya akan menjelaskan konversi bilangan desimal ke oktal.

Proses konversinya mirip dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini pembaginya adalah 8. Misalkan angka yang ingin saya konversi adalah 3310. Maka :

33 : 8 = 4 sisa 1.

4 : 8 = 0 sisa 4.

0 : 8 = 0 sisa 0….(end)

Hasilnya? Coba tebak…418!!!


Sekarang tiba waktunya untuk mengajarkan proses konversi desimal ke heksadesimal…

Seperti biasa, langsung saja ke contoh. Hehe…

Misalkan bilangan desimal yang ingin saya ubah adalah 24310. Untuk menghitung proses konversinya, caranya sama saja dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini angka pembaginya adalah 16. Maka :

243 : 16 = 15 sisa 3.

15 : 16 = 0 sisa F. —-> ingat, 15 diganti jadi F..

0 : 16 = 0 sisa 0….(end)

Nah, maka hasil konversinya adalah F316. Mudah, bukan?


Fiuh..Lanjut lagi…

Sekarang kita beralih ke konversi bilangan biner ke desimal. Proses konversi bilangan biner ke bilangan desimal adalah proses perkalian setiap bit pada bilangan biner dengan perpangkatan 2, dimana perpangkatan 2 tersebut berurut dari kanan ke kiri bit bernilai 20 sampai 2n.

Langsung saja saya ambil contoh bilangan yang merupakan hasil perhitungan di atas, yaitu 110012. Misalkan bilangan tersebut saya ubah posisinya mulai dari kanan ke kiri menjadi seperti ini.

1

0

0

1

1

Nah, saatnya mengalikan setiap bit dengan perpangkatan 2. Ingat, perpangkatan 2 tersebut berurut mulai dari 20 sampai 2n, untuk setiap bit mulai dari kanan ke kiri. Maka :

1 ——> 1 x 20 = 1

0 ——> 0 x 21 = 0

0 ——> 0 x 22 = 0

1 ——> 1 x 23 = 8

1 ——> 1 x 24 = 16 —> perhatikan nilai perpangkatan 2 nya semakin ke bawah semakin besar

Maka hasilnya adalah 1 + 0 + 0 + 8 + 16 = 2510.

Nah, bandingkan hasil ini dengan angka desimal yang saya ubah ke biner di awal tadi. Sama bukan?


Sudah ini, sudah itu, sekarang….nah, konversi bilangan biner ke oktal. hehe…siap?

Untuk merubah bilangan biner ke bilangan oktal, perlu diperhatikan bahwa setiap bilangan oktal mewakili 3 bit dari bilangan biner. Maka jika kita memiliki bilangan biner 1101112 yang ingin dikonversi ke bilangan oktal, langkah pertama yang kita lakukan adalah memilah-milah bilangan biner tersebut, setiap bagian 3 bit, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi seperti berikut :

110 dan 111

Sengaja saya buat agak berjarak, supaya lebih mudah dimengerti. Nah, setelah dilakukan proses pemilah2an seperti ini, dilakukan proses konversi ke desimal terlebih dahulu secara terpisah. 110 dikonversi menjadi 6, dan 111 dikonversi menjadi 7. Hasilnya kemudian digabungkan, menjadi 678, yang merupakan bilangan oktal dari 1101112…

“Tapi, itu kan kebetulan bilangan binernya pas 6 bit. Jadi dipilah2 3 pun masih pas. Gimana kalau bilangan binernya, contohnya, 5 bit?” Hehe…Gampang..Contohnya 110012. 5 bit kan? Sebenarnya pemilah2an itu dimulai dari kanan ke kiri. Jadi hasilnya 11 dan 001. Ini kan sebenarnya sudah bisa masing2 diubah ke dalam bentuk desimal. Tapi kalau mau menambah kenyamanan di mata, tambahin aja 1 angka 0 di depannya. Jadi 0110012. Tidak akan merubah hasil perhitungan kok. Tinggal dipilah2 seperti tadi. Okeh?


Selanjutnya adalah konversi bilangan biner ke heksadesimal.

Hmm…sebagai contoh, misalnya saya ingin ubah 111000102 ke bentuk heksadesimal. Proses konversinya juga tidak begitu rumit, hanya tinggal memilahkan bit2 tersebut menjadi kelompok2 4 bit. Pemilahan dimulai dari kanan ke kiri, sehingga hasilnya sbb :

1110 dan 0010

Nah, coba lihat bit2 tersebut. Konversilah bit2 tersebut ke desimal terlebih dahulu satu persatu, sehingga didapat :

1110 = 14 dan 0010 = 2

Nah, ingat kalau 14 itu dilambangkan apa di heksadesimal? Ya, 14 dilambangkan dengan E16.

Dengan demikian, hasil konversinya adalah E216.

Seperti tadi juga, gimana kalau bilangan binernya tidak berjumlah 8 bit? Contohnya 1101012? Yaa…Seperti tadi juga, tambahin aja 0 di depannya. Tidak akan memberi pengaruh apa2 kok ke hasilnya. Jadi setelah ditambah menjadi 001101012. Selanjutnya, sudah gampang kan?


Selanjutnya, konversi bilangan oktal ke desimal. Hal ini tidak terlalu sulit. Tinggal kalikan saja setiap bilangan dengan perpangkatan 8. Contoh, bilangan oktal yang akan dikonversi adalah 718. Maka susunannya saya buat menjadi demikian :

1

7

dan proses perkaliannya sbb :

1 x 80 = 1

7 x 81 = 56

Maka hasilnya adalah penjumlahan 1 + 56 = 5710.


Habis konversi oktal ke desimal, maka saat ini giliran oktal ke biner. Hehe..

Langsung ke contoh. Misalkan saya ingin mengubah bilangan oktal 578 ke biner. Maka langkah yang saya lakukan adalah melakukan proses konversi setiap bilangan tersebut masing2 ke 3 bit bilangan biner. Nah, angka 5 jika dikonversi ke biner menjadi….? 1012. Sip. Nah, 7, jika dikonversi ke biner menjadi…? 1112. Mantap. Maka hasilnya adalah 1011112. Jamin benar deh….

Hmm…berarti…sekarang giliran konversi oktal ke heksadesimal.

Untuk konversi oktal ke heksadesimal, kita akan membutuhkan perantara, yaitu bilangan biner. Maksudnya? Maksudnya adalah kita konversi dulu oktal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke nilai heksadesimalnya. Nah, baik yang konversi oktal ke biner maupun biner ke heksadesimal kan udah dijelaskan. Coba buktikan, bahwa bilangan oktal 728 jika dikonversi ke heksadesimal menjadi 3A16. Bisa kan? Bisa dong…


Selanjutnya adalah konversi bilangan heksadesimal ke desimal.

Untuk proses konversi ini, caranya sama saja dengan proses konversi biner ke desimal, hanya saja kali ini perpangkatan yang digunakan adalah perpangkatan 16, bukan perpangkatan 2. Sebagai contoh, saya akan melakukan konversi bilangan heksa C816 ke bilangan desimal. Maka saya ubah dulu susunan bilangan heksa tersebut, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi sebagai berikut :

8

C

dan kemudian dilakukan proses perkalian dengan perpangkatan 16, sebagai berikut :

8 x 160 = 8

C x 161 = 192 ——> ingat, C16 merupakan lambang dari 1210

Maka diperolehlah hasil konversinya bernilai 8 + 192 = 20010.

Tutorial berikutnya, konversi dari heksadesimal ke biner.

Dalam proses konversi heksadesimal ke biner, setiap simbol dalam heksadesimal mewakili 4 bit dari biner. Misalnya saya ingin melakukan proses konversi bilangan heksa B716 ke bilangan biner. Maka setiap simbol di bilangan heksa tersebut saya konversi terpisah ke biner. Ingat, B16 merupakan simbol untuk angka desimal 1110. Nah, desimal 1110 jika dikonversi ke biner menjadi 10112, sedangkan desimal 710 jika dikonversi ke biner menjadi 01112. Maka bilangan binernya adalah 101101112, atau kalau dibuat ilustrasinya seperti berikut ini :

B 7 —-> bentuk heksa

11 7 —-> bentuk desimal

1011 0111 —-> bentuk biner

Hasilnya disatukan, sehingga menjadi 101101112. Understood?


Yang terakhir adalah konversi heksadesimal ke oktal.

Nah, sama seperti konversi oktal ke heksadesimal, kita membutuhkan bantuan bilangan biner. Lakukan terlebih dahulu konversi heksadesimal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke oktal. Sebagai latihan, buktikan bahwa nilai heksadesimal E716 jika dikonversi ke oktal menjadi 3478.
Selengkapnya...

Cara Install WinXP Lewat Flashdisk

Ahh akhirnya saya kembali ingin memposting lagi setelah sekian lama saya sebagai mahasiswa sangat-sangat sibuk sekali di kehidupan nyata, pada kesempatan kali ini saya ingin membagi ilmu berdasarkan pengalaman saya okay langsung saja “Cara Install ulang WINXP lewat flasdisk...

Bahan-bahan utama :

1. Sebuah PC atau Laptop dengan CD-ROM (untuk melakukan proses persiapan dan transfer file istilahnya MASTER)
2. CD installer WinXP SP2 (karena yang saya coba cuma win XP SP2*)
3. Aplikasi pendukung seperti

USB_Prep8 Download disini
PeToUSB Download disini
Bootsect.exe Download disini

4. Flashdisk dengan kapasitas minimal 1 GB
5. Notebook yang ingin diinstal WinXP (komputer VICTIM)

Cara Memasukkan Installer WinXP SP 2 Di FlashDisk :

1. Colok flash disk ke komputer master dan catat posisi drivenya , apakah di F:, G:, H:, O: dan sebagainya.

2. Extrak file2 USB_PREP8 dan PEtoUSB kedalam satu folder misalkan C:/usb (INGAT DIJADIKAN SATU FOLDER).

3. Siapkan CD instalan windows XP Sp2 dan masukkan ke cd rom komputer master.

4. Buka cmd, selanjutnya buka folder C:\USB yang sudah dibuat dan berisi file2 tersebut diatas.

5. Selanjutnya jalankan file bernama “usb_prep8.cmd” lalu akan muncul sebuah windows command prompt berisi bermacam2 perintah. Tekan tombol di Keyboard terserah anda.

6. Biarkan semua setting dalam kondisi default (kecuali jika Anda ingin mengganti label drive) dan tekan Start. Ini akan menformat flash disk Anda, jadi pastikan tidak ada file penting di flash disk tersebut.

8. Setelah proses selesai, JANGAN tutup jendela PeToUSB, biarkan saja terbuka.

9. Buka command prompt (caranye klik Start>Run>cmd). Pada panel command prompt, masuk ke folder di mana file bootsect.exe tersimpan. Caranya, ketik “cd namafolder”. Sebagai contoh, karena file bootsect.exe berada di dalam folder bootsect yang berada di desktop, saya mengetik “cd desktop” lalu “bootsect” (keduanya tanpa tanda petik).

10. Jika bootsect.exe sudah ketemu, ketik “bootsect.exe /nt52 X:” (tanpa tanda petik). Catatan: X: menunjukkan drive untuk flash disk Anda, jadi cari tahu dulu nama drive-nya. Pada kasus saya, nama drive adalah I sehingga perintahnya menjadi “bootsect.exe /nt52 I:”

11. Jika langkah 9 dilakukan dengan benar, akan muncul pesan “Bootcode was successfully updated on all targeted volumes”. Tutup jendela command tersebut dan jendela PeToUSB. catatan: jangan menutup jendela USB_Prep8. Jendela USB_Prep8 harus tetap terbuka.

12. Nanti akan muncul jendela windows migrant > no

13. Ketika Anda menutup jendela PeToUSB, di jendela USB_Prep8 secara otomatis akan muncul pilihan opsi 0-5.

14. Pada tahap ini Anda sebenarnya cuma melakukan setting untuk Prep8, cuma caranya adalah memilih berdasarkan nomor menu. Yang harus Anda ganti adalah:
- Menu 1: memilih drive tempat Windows XP (atau CD-ROM Anda). Caranya klik 1, nanti akan keluar Explorer untuk memilih drive. Pilih nama drive (di PC kami adalah C).
- Menu 2: memilih Virtual TempDrive, atau drive virtual di harddisk PC Anda sebagai tempat menyimpan data sementara (sebelum dipindahkan ke flash disk). Pilih drive yang tidak ada di PC Anda, misalkan drive T.
- Menu 3: untuk memilih drive flash disk Anda. Tekan 3 dan pilih drive flash disk yang ingin Anda masukkan Windows.
- Menu 4: menu ini untuk menjalankan proses selanjutnya. Jika sudah menjalankan menu 1 sampai 3, Anda langsung jalankan menu 4 ini.

15. Nanti akan muncul pop-up window yang akan langsung menghapus drive sementara (yang kita lakukan di menu 2). Tekan Yes.

16. Setelah itu, proses transfer file installer Windows berjalan. Ada dua proses terjadi di sini. Pertama proses transfer file dari CD-ROM ke harddisk, dan kedua dari harddisk ke flash disk. Lamanya proses tergantung kecepatan CD-ROM maupun flash disknya, dan dalam kasus kami sekitar 30 menit.

17. Setelah itu, kita tinggal tancapkan flash disk tersebut ke PC yang akan kita install, dan atur prioritas booting ke flash disk. Ketika dinyalakan, ada dua pilihan yang tersedia. Pilih pilihan nomor 1(TXT Mode Setup Windows XP). Dan windows XP pun siap digunakan kembali.

Selengkapnya...

Prinsip Kerja Firewall Windows XP

Prinsip Kerja Firewall Windows XP

Pada dasarnya, firewall memblokir semua permintaan koneksi dari Internet dan atau jaringan lokal. Ini berlaku bagi semua paket data TCP/IP dari luar yang tidak diminta. Sebaliknya, paket yang memang diharapkan dibiarkan masuk, misalnya data sebuah website yang dikunjungi atau e-mail dari penyedia layanan e-mail. Dalam kasus tertentu, suatu komunikasi memang sengaja dibangun menggunakan aplikasi (server application) dari luar, misalnya Internet atau PC lain dalam LAN. Aplikasinya antara lain untuk chatting, konferensi video, telepon Internet, game Internet, remote control, atau FTP Server internal. Firewall akan mengatur berdasarkan masukan pengguna, apa yang boleh dilakukan oleh suatu program. Firewall personal yang terinstalasi bersama Service Pack 2 Windows XP mengenal dua jenis pemberian akses atau pemblokiran.

1. Program
Begitu sebuah program lokal membangun koneksi Internet dan ingin membuka sebuah port untuk data masuk, firewall akan menampakkan diri. Sebuah window menginformasikan mengenai permintaan program tersebut. Kini Anda dapat memutuskan apakah program boleh membuka port yang dibutuhkan, dan apakah izin akses bisa diberikan. Untuk yang terakhir, klik pada 'No more blockade?'.Apabila pada kesempatan berikutnya program juga perlu minta ijin terlebih dulu, klik 'Ask again?'.Option 'Keep on blocking?' melarang software membuka port. Option 'No more blockade' membuka akses sepenuhnya dan otomatis memasukkan program ke dalam daftar 'Exceptions'. Blokade ataupun pemberian akses pada level program (seperti pada firewall Windows XP) memiliki kelebihan dan kelemahan. Salah satu sisi negatifnya adalah Anda tidak memiliki info atau kendali atas jumlah dan nomor port yang dibuka. Masalah lain, program hanya dapat dikenali dari nama file EXE dan tempat penyimpanannya, tidak melalui checksum atau mekanisme pengamanan lainnya. Jadi, mungkin saja program perusak menyamar sebagai program tidak berbahaya atau program yang tercantum dalam daftar 'Exceptions' (tentunya jika PC telah terinfeksi). Kelebihannya, setelah digunakan oleh sebuah aplikasi dengan ijin pengguna, otomatis port akan ditutup kembali.

2. Ports
Pada dasarnya, firewall XP atau area port TCP dan UDP dapat dibuka tanpa tergantung software tersebut. Dengan demikian, program server yang pertama mengakses sebuah port dapat berkomunikasi melalui port tersebut. Tidak ada penutupan port secara otomatis. Oleh karena itu, hati-hati dengan setting ini.

Kelemahan Firewall


Desktop firewall dari Service Pack 2 bukanlah solusi keamanan terbaik dari semua potensi bahaya. Sebagian besar virus, trojan, dan worm yang masuk ke dalam sistem memang dapat dicegah, namun ini hanya untuk program yang menginfeksi melalui
koneksi dari luar (dari Internet atau PC jaringan). Firewall tidak dapat mencegah Anda membuka sebuah attachment e-mail yang berisi virus atau trojan, atau bisa saja Anda tidak sengaja memasukkan program semacam itu (melalui download, menjalankan sebuah program dari Internet, program terinfeksi dari sebuah media data, atau jenis script virus tertentu). Apabila sistem Anda telah terinfeksi virus atau worm, firewall tidak dapat berbuat apa pun. Firewall tidak berdaya menghadapi serangan dari dalam. Sekarang ini, sudah ada program perusak yang mampu menonaktifkan firewall XP atau menambahkan aturan pengecualian palsu yang memudahkan program perusak masuk. Jadi, disamping firewall Windows XP, Anda sebaiknya juga menggunakan antivirus terbaru dan tetap berpegang pada.

Konfigurasi Dasar dan Validity Area

Setelah instalasi Service Pack 2, pada dasarnya Anda tidak perlu melakukan setting atau konfigurasi apa pun. Secara standar, firewall sudah aktif dengan setting yang tepat. Namun, bila Anda masih ingin mengubah sesuatu, bukalah 'Security Center' dan klik 'Windows Firewall'. Selanjutnya, Windows akan menampilkan tiga buah tab. Dalam tab pertama yang secara standar terbuka, Anda dapat mengaktifkan Firewall (dengan aturan pengecualian, baca di bawah) atau menonaktifkannya. Pilihan terakhir hanya disarankan bila PC Anda telah diproteksi oleh software atau hardware firewall lainnya. Tab kedua untuk pengecualian (Exceptions), program, dan port yang sengaja Anda buka untuk diakses. Penjelasan lebih rinci baca dalam bagian selanjutnya. Beberapa setting dasar dapat Anda lakukan dalam tab ketiga, 'Advanced'. Pada bagian atas, tampak pilihan untuk berbagai area validitas proteksi. Apabila LAN Anda terkoneksi dengan Internet melalui router (atau sebuah PC jaringan dengan sharing koneksi Internet), hanya tersedia 'LAN' sebagai pilihan. Semua konfigurasi firewall berlaku di dalam LAN dan otomatis juga untuk Internet (di mana akses melalui router diproteksi dengan firewall tersendiri). Apabila PC Anda terkoneksi dengan Internet melalui modem, ISDN card, LAN card kedua, atau DSL, akan tersedia entri tersebut dalam tab ini. Beri tanda di depan entri yang diinginkan untuk menetapkan area validitas firewall. Tombol 'Settings' di sisi kanan area validitas mengantar ke NAT/Port Forwarding untuk mengkonfigurasi layanan server yang dapat dicapai dari Internet. Di tempat yang sama ada tab 'ICMP', di mana Anda dapat menetapkan reaksi tertentu PC pada permintaan yang masuk, misalnya menjawab sebuah permintaan 'ping'.
Pada bagian 'Security Protocol' dapat ditentukan sebuah file log, misalnya untuk mencatat upaya pembangunan koneksi dari luar, menetapkan reaksi tertentu PC pada permintaan yang masuk, misalnya menjawab sebuah permintaan 'ping'.


Mengkonfigurasi 'Exceptions' dan Membuka port

Langkah terpenting adalah menetapkan program dan proses mana yang perlu mendapat hak untuk membuka sendiri port komunikasi yang dibutuhkannya. Biasanya, Anda hanya perlu menjawab window dialog seperti dijelaskan di awal tulisan agar program tersebut dimasukkan ke dalam daftar 'Exceptions' (pengecualian). Apabila Anda ingin mengubah atau menguji konfigurasi ini, pilih tab 'Exceptions' dalam jendela konfigurasi firewall. Di sini, terdapat sebuah daftar program dan layanan yang tersedia. Sebuah tanda di depan entri mengizinkan program atau layanan tersebut untuk mengakses. Sebaliknya, entri tanpa tanda khusus berarti diblokir. Secara standar, 'File and Printer-Sharing' akan diijinkan. Apabila Anda menyingkirkan tanda di depan entri ini, tidak ada lagi yang dapat mengakses sharing dalam jaringan. Apabila Anda ingin mencantumkan sebuah program, klik pada 'Program'. Tampak sebuah daftar program yang terinstalasi dan teregistrasi dalam Windows. Jika entri program tersebut tidak tercantum, gunakan tombol 'Search' untuk bernavigasi ke file berekstension EXE yang bersangkutan. 'Exceptions' mengizinkan software yang dipilih untuk membuka port yang dibutuhkan ketika dijalankan. Jika hal ini tidak berfungsi atau untuk alasan lain Anda ingin membuka suatu area port secara permanen, klik pada 'Port ..'. Ketikkan nama yang umum untuk aturan yang baru dan tetapkan nomor start port, misalnya 'eMule' dan '6667' untuk software P2P eMule. Selain itu pilih protokolnya, TCP atau UDP. Info mengenai ini dapat Anda baca dalam panduan software yang Anda pakai. Pada hampir semua setting selalu dapat ditemukan tombol 'Change Area?'. Di sini, Anda dapat menentukan apakah setting tersebut berlaku untuk akses dari Internet, LAN, atau alamat IP pengirim tertentu.

Selengkapnya...

Perubahan Teknologi dalam Sistem Operasi

Malam sobat blogger, rasanya sudah lama sekali saya tidak pernah mengupdate blog saya ini.hhe karena kesibukan saya di dunia nyata khususnya dalam aktivitas sehari-hari yahh kuliah..hhe dari semester ke semester rasanya makin sibuk sekali.heem
Akhirnya pada kesempatan kali ini saya mendapat sebuah tugas kuliah yang membahas perubahan-perubahan dalam di dunia ini baik itu dari segi social, teknologi, lingkungan, norma-norma, dll. Namun kali ini saya menulis tugas saya ini dengan mengambil tema “Perubahan Teknologi dalam Sistem Operasi” langsung saja, Siapa yang tidak kenal dengan sistem operasi?dan apa itu sistem operasi?

Baik saya akan menjelaskan sedikit, Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris nya Operating System atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk memberikan abstraksi terhadap kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, yang digunakan oleh software aplikasi seperti pengolah kata, multimedia, antivirus, games, dll. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut misalnya seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi.

Perubahan Sistem Operasi dari Masa ke masa

Mempelajari sejarah memang menarik, bahkan sekalipun itu hanya sejarah sistem operasi / Operating System (OS) suatu komputer. Paling tidak dengan mempelajari sejarah sistem operasi komputer, wawasan kita bertambah luas dan tidak hanya berkutat pada satu sistem operasi saja. Saya akan menguraikan sedikit perubahan-perubahan dalam sistem operasi ini..

- Tahun 1980
Pada tahun ini QDOS sebagai sistem operasi pertama di dunia yang dirancang untuk processor tipe Intel 8086, kemudia Bill Gates dari Microsoft membeli lisensi QDOS dan menjualnya ke perusahaan komputer lain.

- Tahun 1981
IBM meluncurkan meluncurkan PC¬ DOS yang dibeli dari Microsoft untuk komputernya yang berbasis prosesor Intel 8086.

- Tahun 1984
Selang beberapa tahun Apple.inc meluncurkan sistem operasi Macintosh, sistem operasi ini merupakan sistem operasi pertama yang telah berbasis grafis dan bisa menggunakan mouse.

- Tahun 1985
Microsoft memperkenalkan MS¬Windows, sistem operasi yang telah menyediakan lingkungan berbasis grafis (GUI) dan kemampuan multitasking. Sayangnya sistem operasi ini sangat buruk performanya dan tidak mampu menyamai kesuksesan Apple.

- Tahun 1991 - 1993
Seorang mahasiswa Helsinki bernama Linus Torvalds mengembangkan OS berbasis Unix dari sistem operasi Minix yang diberi nama Linux. Kemudian di tahun 1993 Microsoft meluncurkan Windows NT, OS pertama berbasis grafis tanpa DOS didalamnya yang direncanakan untuk server jaringan.

- Tahun 1995
Microsoft meluncurkan Windows 95 dengan lagu Start Me Up dari Rolling Stones dan terjual lebih dari 1 juta salinan dalam waktu 4 hari.

- Tahun 1998
Linux mendapat dukungan dari banyak perusahaan besar, seperti IBM, Sun Microsystem dan Hewlet Packard. Server berbasis Linux mulai banyak dipergunakan menggantikan server berbasis Windows NT. Dan disaat bersamaan Google sebagai search engine tebaik hadir di intenet dan diketahui menggunakan Linux sebagai servernya.

- Tahun 2000
Mac OS diganti dengan mesin berbasis BSD Unix dengan kernel yang disebut sebagai Mac OS/X, kemudian dari Microsoft meluncurkan windows 2000 sebagai penerus windows NT.

- Tahun 2004
Versi pertama Ubuntu dari Linux diluncurkan dan didistribusikan ke seluruh dunia. Ada beberapa versi distro yang dikeluarkan, yaitu Ubuntu (berbasis Gnome), Kubuntu (berbasis KDE), Xubuntu (berbasis XFCE), dan Edubuntu (untuk pendidikan).

- Tahun 2007- 2008
Setelah tertunda untuk beberapa lama, Microsoft akhirnya meluncurkan Windows Vista. Windows Vista memperkenalkan fitur 3D Desktop dengan Aero Glass, SideBar, dan Flip 3D. Sayangnya semua keindahan ini harus dibayar mahal dengan kebutuhan spesifikasi komputer yang sangat tinggi. Kemudian pada tahun 2008, tidak seperti halnya Vista yang membutuhkan spesifikasi tinggi, 3D Desktop di Linux muncul dengan spesifikasi komputer yang sangat ringan. Era hadirnya teknologi 3D Desktop di Indonesia ditandai dengan hadirnya sistem operasi 3D OS yang dikembangkan oleh PC LINUX.

- Tahun 2008 – Sekarang
Raksasa software, Microsoft, merajai pasar dengan sistem operasi produksinya, Windows XP. Sejak 2001, sistem operasi tersebut dipakai di berbagai industri yang menggunakan teknologi komputer. Namun, Microsoft tak tinggal diam. Pada 2007, perusahaan yang didirikan Bill Gates itu mengumumkan akan merilis sistem operasi baru bernama Windows 7. Produk baru tersebut diklaim bekerja jauh lebih cepat dan efektif karena tidak membutuhkan banyak memori. Windows 7 digembar-gemborkan jauh lebih baik dibandingkan ”kakak”-nya, Windows XP dan Windows Vista. Kemudian perusahaan Google meluncurkan sistem operasi baru yang sangat terkenal & open source yang bernama Android, sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak,

Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler. Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar. Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.

Kesimpulan dari saya yaitu..hhe menurut saya memang benar bahwa kepintaran manusia dalam hal teknologi berjalan seimbang dengan perkembangan zaman hal ini terlihat dari saat sistem operasi yang tidak memiliki tampilan grafis hingga saat ini berkembang menjadi sistem operasi yang sangat canggih dan menarik bagi umat manusia di seluruh dunia. Ada dampak positif yang dapat kita ambil dari perkembangan sistem operasi ini yaitu Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju, dapat mengurangi pengagguran dan meningkatkan kualitas taraf hidup manusia itu sendiri. Akan tetapi disamping itu juga ada dampak negatif dalam perkembangan teknologi ini seperti adanya pola masyarakat dengan hidup konsumtif , dapat terjadi kesenjangan sosial di masyarakat, dan juga kemajuan teknologi dapat membuat manusia itu semakin individualistik..

Yah semoga kita semua dapat menyingkapi perkembangan teknologi - teknologi nya dengan benar & dimanfaatkan untuk tujuan yang dapat membuat maju orang atau Negara itu sendiri.. Merdeka.. haha
Selengkapnya...

Dhiti